Suasana ruang pertemuan di Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan tampak hidup dengan diskusi hangat para akademisi. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNU Kalsel secara resmi menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum yang melibatkan seluruh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai peserta utama.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik tahunan. Workshop ini merupakan langkah strategis universitas untuk memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan tetap berada pada jalur yang benar di tengah cepatnya arus digitalisasi pendidikan.
Sentuhan Kepakaran Dr. Mashud Menghadirkan Dr. Mashud, M.Pd sebagai narasumber utama memberikan warna tersendiri dalam pelatihan ini. Dengan pembawaan yang lugas, beliau membedah satu demi satu komponen kurikulum yang ada. Beliau menekankan bahwa dosen Pendidikan Bahasa Inggris memiliki tantangan ganda: tidak hanya mengajarkan kemahiran bahasa, tetapi juga membentuk karakter pengajar yang adaptif.
"Dunia berubah, maka cara kita menyusun rencana pembelajaran juga harus berubah. Mahasiswa kita adalah calon guru di masa depan, mereka harus dibekali dengan kurikulum yang visioner," tegas Dr. Mashud di hadapan para peserta.
Fokus pada Relevansi dan Mutu Para dosen terlihat antusias memetakan kembali mata kuliah unggulan. Fokus utama workshop ini adalah memastikan bahwa setiap lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UNU Kalsel nantinya memiliki kompetensi yang sinkron dengan kebutuhan sekolah-sekolah modern dan industri kreatif.
Ketua LPM UNU Kalsel dalam arahannya menyampaikan bahwa penguatan kurikulum adalah fondasi utama penjaminan mutu. Melalui bimbingan Dr. Mashud, diharapkan lahir dokumen kurikulum yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik mengajar di kelas.
Dengan berakhirnya workshop ini, langkah UNU Kalsel untuk mencetak sarjana pendidikan yang profesional dan berwawasan global semakin nyata. Ini adalah bukti komitmen kampus dalam memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Selatan.